MASAKO Selenggarakan Seminar Interaktif Anti Korupsi dengan Pembicara Utama Kapolres dan Kajari Dumai

 DUMAI – Komitmen melawan korupsi terus diperkuat. MASAKO (Masyarakat Sipil Anti Korupsi) akan menyelenggarakan Seminar Interaktif Anti Korupsi bertajuk “Uang Rakyat Bukan untuk Disalahgunakan” pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Hotel Grand Zuri Dumai, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.


Seminar ini mengangkat tema “Mengawal Anggaran, Proyek, dan Perizinan: Menjaga Pelayanan Publik Tetap Bersih”, sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perlawanan terhadap maraknya praktik penyalahgunaan anggaran dan lemahnya pengawasan publik terhadap proyek serta perizinan.

Kegiatan ini menghadirkan Kapolres Dumai, AKBP Angga F. Herlambang, SIK, SH, dan Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Pri Wijeksono, SH, MH, sebagai pembicara utama. Keduanya akan memaparkan peran strategis aparat penegak hukum dalam mencegah dan menindak tindak pidana korupsi, khususnya di tingkat daerah.

Selain itu, seminar ini juga menghadirkan Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, M.Phil, sebagai akademisi, serta Agung Marsudi, Founder Duri Institute, yang akan menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Diskusi akan dipandu secara interaktif oleh Baim sebagai host.

Ketua MASAKO, Edo Yulihendri, menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain-main dengan uang rakyat.

“Korupsi tidak lahir karena sistem semata, tetapi karena adanya niat dan keberanian untuk menyalahgunakan kewenangan. Uang rakyat adalah amanah, dan MASAKO berdiri untuk memastikan amanah itu tidak dikhianati,” tegas Edo Yulihendri.

Menurutnya, keterlibatan langsung Kapolres dan Kajari Dumai sebagai pembicara utama menunjukkan bahwa perang melawan korupsi membutuhkan keberanian bersama, keterbukaan, dan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil.

“Kami ingin masyarakat paham, berani bertanya, dan berani mengawasi. Jika rakyat diam, maka korupsi akan merasa aman. Seminar ini adalah ajakan untuk tidak lagi diam,” lanjut Edo.


MASAKO berharap seminar ini mampu membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan anggaran, proyek, dan perizinan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab publik demi terwujudnya pelayanan yang bersih, transparan, dan berkeadilan.

Dengan mengusung semangat “Uang Rakyat Bukan untuk Disalahgunakan”, MASAKO menegaskan sikapnya: setiap rupiah uang publik harus kembali kepada rakyat, bukan hilang di tangan segelintir elite.

Iwang.26

0 Comments

🏠 Home