Ketika Musibah Datang, Melayu Hadir: KMBD Dumai Ulurkan Tangan untuk Warga Mundam

 DUMAI — Angin puting beliung yang menerjang Kelurahan Mundam tidak hanya merusak rumah dan harta benda warga, tetapi juga mengguncang ketenangan hidup masyarakat. Di tengah puing-puing atap yang runtuh dan dinding yang tersingkap, muncul satu kekuatan yang menenangkan: kepedulian dan kebersamaan.


Komite Melayu Bersatu Dumai (KMBD) kembali menunjukkan jati dirinya sebagai rumah besar masyarakat Melayu yang hidup dan berdenyut bersama rakyat. Pada Senin, 5 Januari 2026, KMBD turun langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa uang tunai kepada warga terdampak puting beliung di Kelurahan Mundam.

Bantuan diserahkan oleh Sekretaris KMBD Dumai, Edison, S.H., didampingi Wakil Sekretaris Ismail Azis, sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat yang sedang diuji oleh musibah.

Ketua Harian KMBD Dumai, Chandra Abdul Gani, menegaskan bahwa kehadiran KMBD bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan nurani.

“Bagi kami, Melayu bukan hanya soal identitas dan warisan budaya, tetapi tentang sikap hidup. Ketika ada saudara yang tertimpa musibah, maka wajib bagi kita untuk hadir, berdiri bersama, dan saling menguatkan,” ujar Chandra Abdul Gani.

Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan mungkin tidak mampu mengganti seluruh kerugian warga, namun diharapkan dapat menjadi penopang awal dan penguat semangat di masa sulit.

“Musibah boleh merobohkan rumah, tetapi jangan sampai meruntuhkan harapan. Selama masih ada kepedulian dan kebersamaan, kita akan selalu punya kekuatan untuk bangkit,” tegasnya.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil swadaya pengurus dan anggota KMBD Dumai, dikumpulkan dari rasa solidaritas dan keikhlasan. Tanpa sekat dan tanpa jarak, KMBD hadir membawa pesan bahwa penderitaan satu warga adalah urusan bersama.

Warga Kelurahan Mundam menyambut bantuan tersebut dengan rasa haru dan syukur. Di tengah keterbatasan pasca-bencana, perhatian dan kehadiran langsung dari KMBD menjadi penguat batin yang tidak ternilai.

Sebagaimana diketahui, angin puting beliung yang terjadi beberapa hari sebelumnya menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap, sehingga aktivitas dan kenyamanan hidup masyarakat terganggu.

Melalui aksi kemanusiaan ini, KMBD Dumai kembali menegaskan komitmennya untuk selalu berada di barisan masyarakat, bukan hanya dalam agenda budaya dan adat, tetapi juga dalam setiap detik ujian kehidupan.

Sebab dalam nilai luhur Melayu, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing—dan di Kelurahan Mundam, nilai itu kembali menemukan maknanya.

Ig.majalahdumai.pro

0 Comments

🏠 Home